12 Kota Penghasil Batik di Indonesia

Batik dikenal sebagai seni menggambar untuk menghias kain dengan motif tertentu. Membatik merupakan keterampilan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya bangsa Indonesia. Awalnya, batik hanya digunakan oleh kalangan bangsawan dengan aturan yang sangat ketat, sehingga tidak semua orang boleh memakai kain batik, terutama pada motif-motif tertentu yang ditetapkan sebagai motif larangan untuk kalangan rakyat biasa. Namun, seiring dengan perkembangan seni membatik, kain batik juga bisa dikenakan oleh orang yang berada di luar lingkungan kerajaan.

Batik sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang lahir dari rakyat, telah berkembang seiring dengan perubahan zaman dan lingkungan di sekitarnya. Sejak zaman keagungan kerajaan Mataram Hindu sampai masuknya agama demi agama ke Pulau Jawa, bahkan hingga zaman kemerdekaan, batik sebagai salah satu contoh bentuk kekayaan hasil desain selalu hadir dengan corak dan warna yang dapat menggambarkan zaman dan lingkungan yang melahirkannya.

Secara etimologi, kata batik berasal dari bahasa Jawa, “amba” yang berarti lebar, luas, kain, dan “titik” yang berarti titik atau matik (kata kerja membuat batik), yang kemudian berkembang menjadi istilah “batik”, yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang luas atau lebar. Batik juga mempunyai pengertian segala sesuatu yang berhubungan dengan membuat titik-titik tertentu pada kain mori.

Salah satu ciri khas batik adalah cara penggambaran motif pada kain yang menggunakan proses pemalaman, yaitu menggoreskan malam (lilin) yang ditempatkan pada wadah yang bernama canting dan cap. Pada awalnya hanya dikenal batik tulis, tetapi kemudian berkembang menjadi batik cap dan print (cetak).

Batik tidak pernah berhenti berkembang, bahkan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman dan kebudayaan masyarakat yang membuatnya. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki corak batik dengan ciri khas motif dan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Selain di Pulau Jawa, beberapa tempat seperti Madura, Bali, Kalimantan, Papua, dan Jambi, sebagian masyarakatnya telah menganggap batik sebagai salah satu mata pencaharian utama.Berikut beberapadaerah di Indonesia yang dikenal sebagai sentra penghasil batik. Kota-kota manakah itu?

1 Batik Pekalongan

Batik asli Pekalongan konon memiliki nilai historis yang berkaitan dengan pergolakan di zaman kolonial Belanda. Ketika Panembahan Senopati mengumumkan perang terbuka melawan Belanda perpecahan terjadi di lingkungan keraton Yogyakarta. Keluarga keraton sempat terpecah belah. Para bangsawan meninggalkan keraton bersama para pengikutnya dan menetap di berbagai daerah termasuk Pekalongan. Di daerah-daerah baru tersebut kerajinan batik tetap dikembangkan keluarga keraton disertai modifikasi yang terinspirasi kondisi daerah di tempat tinggal baru tersebut.

Pekalongan adalah salah satu daerah produksi utama batik dengan desain utara Jawa pesisir. Walaupun Pekalongan bukan penghasil batik pesisir tertua, namun paling halus dan sampai sekarang penghasil batik utama. Ragam hias Hindu-Jawa melekat namun tidak seperti Solo-Yogya yang terikat peraturan-peraturan keraton. Pembatik santri di Pekalongan pun menerapkan seni hias dari nuansa Islam. Pengaruh dominannya datang dari Cina dan Belanda, dan akibat paparan dengan berbagai budaya, sangat berbeda dengan batik di pedalaman Jawa. Warna lebih beraneka dan ragam hiasnya naturalistis. Dari sekian banyak jenis batik Indonesia, batik Pekalongan merupakan salah satu motif batik khas Indonesia yang disukai masyarakat dunia.Batik adalah kain bermotif yang memiliki nilai historis dan filosofis.

2 Batik Solo

Batik Solo adalah salah satu batik yang sangat terkenal dengan pola dan corak tradisional baik dalam proses cap atapun batik tulisnya. Pola dalam batik solo yang terkenal yaitu “Sidoluruh dan Sidomukti”, adapun bahan-bahan yang digunakan dalam proses pewarnaan yang biasa dipakai yaitu soga jawa yang sudah dipakai sejak zaman dulu.

Pada zaman kerajaan, batik hanya terbatas dipakai untuk lingkungan keluarga keraton. Akibat peperangan besar, sebagian keluarga keraton mengungsi dan keluarga keraton inilah yang mengembangkan pembatikan ke masyarakat luas di pelosok Pulau Jawa. Batik solo merupakan jenis batik yang sudah terkenal dan memang paling banyak diminati oleh konsumen baik dalam negeri ataupun luar negeri, dikarenakan corak dan kualitasnya yang bagus.

3 Batik Cirebon

Batik Cirebon merupakan ragam batik khas Cirebon yang merupakan salah satu sentra industri batik di Jawa Barat yang masih ada hingga sekarang. Meskipun demikian, Cirebon merupakan sentra batik tertua yang memberikan pengaruh terhadap ragam pola batik di sentra-sentra industri batik lain di Jawa Barat.

Motif batik Cirebon yang paling terkenal dan menjadi ikon Cirebon adalah motif Megamendung. Motif ini melambangkan awan pembawa hujan sebagai lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Sejarah motif ini berkaitan dengan sejarah kedatangan bangsa Cina di Cirebon, yaitu Sunan Gunung Jati yang menikah dengan wanita Tionghoa bernama Ong Tie. Motif ini memiliki gradasi warna yang sangat bagus dengan proses pewarnaan yang dilakukan sebanyak lebih dari tiga kali.

Batik yang ada di wilayah Cirebon berkaitan dengan kesultanan-kesultanan yang ada di wilayah ini, diantaranya yaitu kesultanan Kasepuhan dan kesultanan Kanoman. Pola penyebaran Batik Cirebon sama dengan pola penyebaran batik Yogya atau Solo yakni pertama-tama muncul di lingkungan dalam keraton kemudian dibawa keluar lingkungan keraton oleh para abdi dalem yang bertempat tinggal di luar keraton.

Pada mulanya, seni membatik hanya dipelajari para putri keraton untuk mengisi waktu senggang mereka. Ornamen batik yang berkembang saat itu antara lain ornamen Paksi Naga Liman, Siti Inggil, Kanoman, Taman Kasepuhan, dan Taman Sunyaragi. Batik yang dihasilkan disebut batik bergaya keratonan.Selanjutnya, masyarakat Cirebon juga mempelajari seni batik sebagai barang dagangan. Ornamen yang dihasilkan disebut pesisiran dan batik yang dihasilkan disebut batik pesisiran.

4 Batik Madura

Kebanyakan orang mengenal batik tulis Madura dengan karakter yang kuat, dengan warna yang berani (merah, kuning, hijau muda). Tapi jarang yang mengetahui bahwa batik Madura mungkin telah lebih dari seribu motif dan paling terkemuka di pasar batik di indonesia maupun mancanegara.

Di Pulau Madura sendiri sudah sejak lama dikenal sejumlah sentra kerajinan batik. Misalnya di Kabupaten Pamekasan, sejak zaman dulu banyak perajin dan pengusaha batik bermukin dan mengembangkan usaha batiknya di wilayah tersebut. Sampai saat ini Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai salah satu sentra industri kerajinan Batik di Pulau Madura karena paling banyak dihuni para perajin dan pengusaha batik.

Tradisi mengenai kain batik yang tertanam cukup kuat di kalangan masyarakat Madura telah membuat budaya membatik dan memakai kain batik terpelihara dengan baik di kalangan mereka. Ketika kain batik belum sepopuler dewasa ini, masyarakat Madura tetap memproduksi dan mengenakan pakaian batik, karena batik merupakan bagian dari adat dan budaya mereka sehari-hari.

5 Batik Jogja

Kesenian batik merupakan kesenian tradisional yang sudah ada di tanah Jawa sejak beberapa abad yang lalu. Perkembangan batik pun dimulai di Jawa Tengah, dan batik Yogyakarta merupakan salah satu kepingan dari perkembangan batik yang ada pada saat ini.
Perjalanan Batik Yogyakarta tidak bisa lepas dari perjanjian Giyanti pada tahun 1755, ketika terjadi perpecahan pada kerajaan Mataram, dan berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hardiningrat. Busana dari Kerajaan Mataram dibawa dari Surakarta ke Ngayogyakarta, maka Sri Susuhunan Pakubuwono II merancang busana baru yang menjadi pakaian adat Keraton Surakarta yang berbeda dengan busana Ngayogyakarta.

6 Batik Bali

Batik Bali dalam percaturan batik Nusantara masih terbilang baru, akan tetapi kian hari semakin memiliki perkembangan yang cepat terutama dalam industri batik-batik di beberapa pulau-pulau Nusantara. Hal itu dikarenakan di pulau Bali memiliki banyak sekali motif dan desain-desain lokal yang berharga tinggi karena bahan-bahan yang bermutu tinggi serta digambar langsung dengan tangan-tangan terampil dan pengaplikasian bahan-bahan warna dari alam.

Saat ini motif batik Bali cenderung menyesuaikan dengan batik modern dari luar pulau. Motif yang saat ini banyak terdapat pada batik modern Nusantara adalah ekspresi dari benda-benda alam seperti pohon, bunga, kupu-kupu, burung, atau ikan tanpa mengurangi pengaruh batik itu sendiri dalam prosesi kehidupan sehari-hari masyarakat Bali terutama dalam menjalankan upacara keagamaan.

7 Batik Kalimantan

Meskipun selama ini batik selalu identik dengan Jawa, namun ternyata batik Kalimantan memiliki ciri khas yang tidak kalah menarik dibandingkan batik yang ada di Jawa. Ditilik dari sejarahnya, batik Kalimantan tidak lepas dari cerita legenda yang sudah menjadi budaya yang diwariskan secara turun temurun.

Alkisah diceritakan bahwa batik ini berasal dari cerita seorang putri Junjung Buih yang muncul di hadapan Raja Lambung Mangkurat ketika dirinya bertapa selama 40 hari 40 malam. Pertemuan tersebut menjadi cikal bakal yang kelak menghantarkan Raja memiliki kekuasaan di banua tersebut. Putri Junjung Buih pun hanya akan muncul di permukaan dengan memberikan syarat tertentu, berupa permintaan untuk dibuatkan istana bernama Batung dan kain yang ditenun serta diwarnai oleh 40 orang putri dengan motif yang diberi nama wadi. Dari sinilah akhirnya dikenal istilah kain calapan/sasirangan yang akhirnya menjadi cikal bakal batik Kalimantan.

Batik Kalimantan pada dasarnya memiliki beberapa jenis motif, diantaranya batik sasirangan yang berasal dari Kalimantan Selatan, Batik Benang Bintik (Kalimantan Tengah), Batik Pontianak (Kalimantan Barat) serta Batik Shaho dari Kalimantan Timur. Masing-masing batik tersebut memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Dari sisi warna sendiri, batik Kalimantan memiliki warna-warna yang lebih menarik dan berani sehingga enak dipandang.

Perpaduan warna seperti hijau, pink, orange, serta merah menjadi salah satu ciri khas dari warna batik Kalimantan. Beragam jenis motif seringkali menjadi ciri khas batik ini, misalnya motif batang garing yang menjadi perlambang pohon kehidupan bagi masyarakat suku Dayak. Pohon ini mengisyaratkan tentang hubungan vertikal antara manusia dengan Sang Penguasa. Selain itu, ia juga menggambarkan hubungan horizontal antara manusia dengan mahluk lain di bumi.

Di Kalimantan Tengah, terdapat batik yang sangat terkenal bernama Benang Bintik. Coraknya sarat dengan pengaruh Kaharingan yang merupakan kepercayaan leluhur suku Dayak. Dalam kepercayaan ini, dikenal banyak simbol yang kemudian menjelma menjadi kreasi motif penuh makna di atas kain batik Kalimantan Tengah. Beragam simbol tersebut berwujud benda alam yang terdapat di ruang angkasa, di bumi, dan dalam diri manusia itu sendiri.

8 Batik Papua

Papua juga memiliki batik yang tidak kalah menarik dengan batik-batik lainnya dari daerah-daerah di Indonesia. Batik Papua dikenal dengan motif-motifnya yang unik. Motif dan ragam corak yang diaplikasikan pada kain tersebut menggunakan motif-motif khas Papua yang mengambil unsur-unsur budaya dan alam. Motif khas Papua tersebut tentu membuat batik ini terlihat indah dan membuat siapapun yang memakainya akan terlihat semakin elegan dan anggun.

Batik khas Papua dikenal dengan warna-warnanya yang cerah. Padahal, selama ini batik selalu identik dengan warna yang kalem dan cenderung gelap.Namun, hal ini sepertinya tidak berlaku untuk batik khas Papua ini karena warna-warna yang digunakan adalah warna cerah seperti merah, hijau, dan kuning.

Dari segi motif, Anda akan menjumpai kebanyakan batik-batik tersebut menggunakan corak panel, burung cenderawasih, motif khas suku Asmat dan orang papua. Jika pada batik Jogja dan Solo motif pada kain batiknya dibuat simetris, batik dari Papua justru berlawanan. Perpaduan antara motif etnik khas Papua yang seringkali asimetris dengan warna-warna cerah membuat batik ini terlihat lebih unik dan eksotis.

Kain batik yang paling bagus dan paling halus adalah yang menggunakan bahan sutra. Namun bahan ini tentu lebih mahal daripada bahan-bahan kain batik lainnya.Salah satu motif unik pada batik khas Papua adalah motif kamoro. Ini merupakan simbol patung berdiri. Sementara itu motif asmat adalah simbol patung kayu khas suku Asmat. Sedangkan motif Sentani memiliki ciri-ciri gambar alur batang kayu yang dibuat melingkar-lingkar dengan kombinasi dua warna atau hanya menggunakan satu warna.

9 Batik Jambi

Di provinsi Jambi, daerah yang terkenal sebagai sentra penghasil batik adalah Sebrang Kota Jambi. Daerahnya termasuk wilayah administrasi Kota Jambi yaitu Kecamatan Pelayangan dan Kecamatan Danau Teluk. Lokasinya terpisahkan oleh sungai Batanghari dari Kota Jambi, sehingga letaknya berada di seberang Kota Jambi. Di kedua kecamatan ini terdapat beberapa sanggar kerajinan batik dan industri kecil rumah tangga yang mengelola batik secara sederhana.

Sejak kapan kerajinan batik Jambi dimulai dan siapa pelopornya, belum dapat diketahui secara pasti, tetapi yang jelas pada masa Kesultanan Melayu Jambi telah ada orang membuat batik dengan motif khas fauna dan flora untuk keperluan keluarga dan lingkungan kesultanan. Keberadaan batik Jambi sempat hilang seiring berakhirnya masa Kesultanan Melayu Jambi berikut dengan para pengrajinnya. Namun batik Jambi mulai muncul lagi pada zaman orde baru, terutama pada era tahun 80-an.

10 Batik Lasem

Batik Lasem merupakan seni batik tulis gaya pesisiran yang kaya warna dan memiliki ciri multikultural, sebagai akibat akulturasi banyak budaya, khususnya budaya Cina dan budaya Jawa. Dalam batik Lasem mudah dikenali perpaduan warna dan motif hasil silang budaya. Misalnya, motif fauna khas Cina (burung hong atau phoenix, kilin, liong atau naga, ikan mas dan sebagainya) atau motif flora (bunga seruni, delima, magnolia, peoni, sakura dan sebagainya) dikombinasikan dengan motif geometris khas batik pedalaman seperti parang, kawung, jereng dan sebagainya. Silang budaya dalam bentuk kombinasi warna, misal pada batik Tiga Negeri yang merupakan kombinasi warna khas merah marun (pengaruh budaya Cina), biru (pengaruh budaya Belanda/Eropa), dan soga (pengaruh budaya Jawa).

Keunikan Batik Lasem itu mendapat tempat penting di dunia perdagangan. Pedagang antarpulau dengan kapal kemudian mengirim Batik Lasem ke seluruh wilayah Nusantara. Bahkan diawal abad XIX Batik Lasem sempat diekspor keThailand dan Suriname. Batik Lasem memasuki masa kejayaan. Booming batik Lasem membuat perajin menjadi semakin kreatif. Motif baru seperti latohan, gunung ringgit, kricakan, atau watu pecah bermunculan. Syahdan perajin menciptakan motif kricakan karena terinspirasi penderitaan rakyat saat harus memecah batu-batu besar untuk dibuat jalan raya pos oleh Daendels.

Batik Lasem terus menorehkan catatan emas hingga jelang berakhirnya penjajahan kolonial. Para pengusaha Batik Lasem yang berasal dari kalangan Tionghoa mendapat tempat istimewa di penduduk pribumi karena membuka lapangan kerja yang banyak. Masa kejayaan batik yang menjadi ikon pembauran budaya Jawa dan Cina itu mulai menyurut tahun 1950-an. Penyebab utama kemunduran Batik Lasem adalah karena terdesak oleh maraknya batik cap di berbagai daerah. Selain itu, juga dikarenakan kondisi politik yang menyudutkan etnis Cina yang merupakan penguasa perdagangan Batik Lasem.

11 Batik Banten

Kearifan lokal yang tersisa dari pusat kerajaan pemerintah Islam Kesultanan Banten, telah mewarisi berbagai benda kuno yang khas dan unik. Lewat warisan itu, masyarakat dapat mengukir karya-karya unggulan sebagai bekal cipta anak cucu di tanah Banten.Berbagai kajian pemanfaatan ragam hias khas Banten telah ditransformasikan dan didesain ke dalam media kain katun dan sutra yang disebut batik Banten. Batik ini kaya akan muatan filosofi yang mengandung arti dalam setiap motif yang diambil dari toponim.

Sejak dipatenkan tahun 2003, batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara di dunia. Batik Banten mendapatkan predikat terbaik se-dunia. Setelah ada himbauan tanggal 5 Junisebagai hari batik sedunia, Banten menjadi batik pertama yang memiliki hak paten di UNESCO. Bahkan kini batikBanten telah berkembang ke berbagai mancanegara.

Batik Banten memiliki identitas tell story (motifnya bercerita) memilki khas tersendiri ketimbang batik lain. Beberapa motifnya diadopsi dari benda-benda sejarah (artefak). Di setiap motif terdapat warna abu-abu yang konon menjadi cermin Banten. Batik Banten memilki ciri khas dan unik karena selain motifnya bercerita tentang sejarah, batik ini biasanya berasal dari benda-benda peninggalan seperti gerabah dan nama-nama penembahan kerajaan Banten seperti Aryamandalika, Sabakingking, dan lain-lain.

12 Batik Betawi

Serupa dengan batik-batik di berbagai daerah di Indonesia, Jakarta yang notabene merupakan pusat budaya Betawi juga memiliki kekhasan corak kain batik yang kerap disebut dengan batik Betawi. Hanya saja, batik Betawi ini memang memiliki warna dan corak yang berbeda dari batik kebanyakan. Batik Betawi rata-rata memiliki warna cerah serta motif-motif yang diambil dari nilai-nilai budaya yang terdapat di masyarakat. Ondel-ondel, Sungai Ciliwung, dan Peta Ceila adalah beberapa contoh.

Misalnya Batik dengan motif Sungai Ciliwung, diharapkan jika memakai kain Betawi dengan motif ini maka si pemakainya diharapkan rezekinya lancar seperti aliran air Sungai Ciliwung. Bahkan pada motif Nusa Kelapa tersimpan sebuah legenda bahwa daerah yang bernama Jakarta ini di masa lampaunya diberi nama Nusa Kelapa.

Sedikit orang yang tahu, konon sebelum mencalonkan diri sebagai gubernur Jakarta, Jokowi ingin menggunakan Batik Ondel-ondel untuk branding kampanye-nya. Namun entah mengapa, akhirnya baju kotak-kotak yang booming. Setelah menjabat gubernur, Jokowi mewajibkan pegawainya untuk mengenakan baju khas Betawi setiap hari Rabu. Meskipun Jokowi senang mengenakan baju koko khas Betawi ala Si Pitung, Jokowi tidak menutup kemungkinan bagi siapa yang ingin mengenakan Batik Betawi sebagai baju khas Betawi yang bisa menunjukkan identitas Jakarta sekaligus melestarikan budaya Betawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *