7 Hal Yang Harus Diperhatikan Ketika Belajar Bahasa Jerman

deutsch-german

Belajar bahasa Jerman [German dalam bahasa Inggris atau Deutsch dalam bahasa Jerman] adalah sebuah tantangan tersendiri pada zaman sekarang. Tata bahasa Jerman tidak terlalu mudah, tetapi akan sepadan dengan kesulitan mempelajarinya! Namun demikian, bahasa Jerman adalah salah satu dari sepuluh bahasa yang paling penting di dunia, sehingga bahasa Jerman juga merupakan salah satu bahasa asing yang paling banyak dipelajari. Bahasa ini termasuk di antara bahasa-bahasa Jermanik Barat, seperti bahasa Inggris dan Belanda.

Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa dengan persebaran terluas di dunia. Bahkan di Eropa, bahasa Jerman menduduki peringkat pertama sebagai bahasa dengan jumlah native speaker terbanyak. Bahasa Jerman juga merupakan salah satu dari tiga bahasa Eropa yang saling bersaing memperebutkan pengaruh untuk digunakan dalam kancah Uni Eropa, di samping bahasa Inggris dan Perancis.

Bahasa Jerman juga telah dipengaruhi oleh bahasa-bahasa lain selama berabad-abad. Ini disebabkan oleh fakta bahwa wilayah negaranya terletak di tengah-tengah daratan benua Eropa. Saat ini, istilah bahasa Inggris-lah yang paling banyak diintegrasikan ke dalam kosakata bahasa Jerman.

 

1. MENGAPA BELAJAR BAHASA JERMAN

Situs goethe.de menyebutkan setidaknya ada 10 alasan mengapa bahasa Jerman penting untuk dipelajari. Dengan mempelajarinya, banyak hal yang bisa diperoleh dalam rangka pengembangan diri seseorang. Alasan-alasan itu dirangkum sebagai berikut:

 

Di dunia bisnis: Komunikasi dalam bahasa Jerman dengan mitra bisnis Anda yang berbahasa Jerman menciptakan hubungan bisnis yang lebih baik dan peluang yang lebih besar untuk menjalin komunikasi efektif – dan dengan demikian juga untuk meraih sukses.

Karier global: Dengan kemahiran berbahasa Jerman Anda meningkatkan peluang karier di perusahaan Jerman di negara Anda dan di negara lain. Kemampuan berbahasa Jerman dengan baik menjadikan Anda lebih produktif di mata pemberi kerja dengan hubungan bisnis internasional.

Pariwisata dan perhotelan: Wisatawan dari negara berbahasa Jerman sering bepergian jauh dan mengeluarkan uang lebih banyak uang dibandingkan wisatawan dari negara lain ketika berlibur . Mereka senang dilayani oleh staf dan pemandu wisata yang berbahasa Jerman.

Ilmu pengetahuan dan riset: Bahasa Jerman adalah bahasa terpenting kedua di dunia ilmu pengetahuan. Jerman menempati peringkat ketiga untuk kontribusi di bidang litbang dan menyediakan beasiswa penelitian untuk ilmuwan asing.

Komunikasi: Perkembangan di bidang media, teknologi informasi dan komunikasi menuntut komunikasi multilingual. Sejumlah website penting tersedia dalam bahasa Jerman. Dalam hal jumlah terbitan buku baru per tahun, Jerman menduduki peringkat keenam dari 87 negara setelah India, Inggris, AS, Cina dan Rusia. Dengan kemahiran berbahasa Jerman Anda memiliki akses yang lebih luas kepada aneka informasi.

Pemahaman kultural: Belajar bahasa Jerman berarti membuka wawasan mengenai kehidupan, harapan dan impian orang di negara-negara berbahasa Jerman dengan masyarakat multikultural.

Bepergian: Anda dapat memanfaatkan kemahiran berbahasa Jerman untuk memperkaya pengalaman bepergian bukan saja di negara berbahasa Jerman, tetapi juga di negara Eropa lainnya, khususnya di Eropa Timur.

Menikmati sastra, musik, seni dan filsafat: Bahasa Jerman adalah bahasa Goethe, Kafka, Mozart, Bach dan Beethoven. Karya-karya mereka akan terasa semakin nikmat jika dibaca dan atau didengarkan dalam bahasa aslinya.

Kesempatan studi dan bekerja di Jerman: Jerman menyediakan banyak beasiswa untuk kuliah di Jerman. Bagi warga asing usia muda terdapat visa khusus yang memungkinkan bekerja sambil berlibur, sedangkan untuk profesi tertentu ada kemudahan untuk memperoleh izin kerja.

Program pertukaran: Jerman mengadakan perjanjian pertukaran pelajar dan mahasiswa dengan banyak negara di dunia.

 

2. BAHASA JERMAN MEMILIKI ALFABET KHUSUS TAMBAHAN

German_typewriter_detail

Bahasa Jerman ditulis menggunakan aksara Latin. Sebagai tambahan dari ke-26 huruf yang ada terdapat empat symbol tambahan, yaitu tiga untuk vocal dan satu untuk konsonan.

Untuk vokal terdapat tambahan berupa umlaut: ä, ö dan ü. Umlaut dibaca panjang. Apabila alat penulisan tidak memiliki simbol-simbol tambahan tersebut, ä, ö, dan ü masing-masing dapat digantikan dengan “ae”, “oe”, dan “ue”. Dalam kamus-kamus masa kini entri dengan umlaut diperlakukan sama dengan huruf induknya sedangkan dalam kamus lama biasanya ia diperlakukan seperti huruf induk yang diikuti dengan “e”.

Untuk konsonan terdapat tambahan Eszett atau “s tajam”: ß (“Eszett” (IPA: [ɛstsɛt]) atau “Scharfes S”, atau “S tajam”), adalah konsonan yang berevolusi sebagai pengikat dari “s panjang dan z” (sz) dan “s panjang” (ss). Hal ini diucapkan [s]. Eszett menurut aturan pengejaan yang baru (diperkenalkan sejak 1996 dan berlaku efektif 2006, namun ditolak oleh beberapa surat kabar dan penerbit tertentu) hanya dipakai setelah vokal panjang dan diftong. Pada pengejaan sebelumnya, eszett lebih sering ditemukan dan tidak ada aturan jelas mengenai penggunaannya. Bentuk kapital bagi eszett telah diperkenalkan dan dipakai pada penulisan yang menggunakan huruf kapital sepenuhnya.

Sejak reformasi ortografi Jerman 1996, hanya digunakan setelah vokal panjang dan diftong sementara ss ditulis setelah vokal pendek. Nama eszett berasal dari dua huruf S dan Z seperti yang diucapkan dalam bahasa Jerman. Sedangkan huruf “ß” telah digunakan dalam bahasa lain, sekarang hanya digunakan dalam bahasa Jerman. Namun, Eszett tidak dipakai di Swiss, Liechtenstein, atau Namibia, dan digantikan dengan s rangkap, “ss”. Native speaker di Jerman, Austria, Belgia, Denmark, Luksemburg, dan South Tyrol Italia mengikuti aturan standar untuk ß.

 

3. KATA BENDA DITULIS DENGAN AWALAN HURUF KAPITAL

Semua kata benda dalam bahasa Jerman ditulis dengan awalan huruf kapital, meskipun berada di tengah bahkan di akhir kalimat. Ciri khas ini memudahkan mereka yang ingin belajar bahasa Jerman dalam membedakan jenis kata benda dengan jenis kata yang lain.

Perhatikan beberapa kalimat berikut, huruf depan capital menunjukkan kata benda!

Das ist die Frauen-Nationalmannschaft aus Deutschland. Ihre T-Shirts sind weiß. Sie tragen weiße T-Shirts. Ihre Hosen sind Schwarz. Sie tragen schwarze Hosen.

 [Ini adalah tim wanita dari Jerman. T-shirt mereka berwarna putih. Mereka mengenakan T-shirt putih. Celana mereka berwarna hitam. Mereka mengenakan celana hitam.]

 

4. BAHASA JERMAN MENGENAL TIGA GENDER

DE-def-art-declensions-en.svg

Bahasa Jerman mengenal tiga jenis kelamin atau gender, yaitu masculine, feminine, dan neuter. Bandingkan dengan bahasa Perancis yang mengenal dua jenis kelamin atau bahasa Inggris yang hanya mengenal satu jenis kelamin.

Semua jenis kelamin dalam bahasa Inggris menggunakan artikel the. Dalam bahasa Perancis, le untuk masculine dan la untuk feminine. Dalam bahasa Jerman, der untuk masculine, die untuk feminine, dan das untuk neuter.

Akhiran kata benda kadang-kadang mengungkapkan jenis kelaminnya. Kata benda berakhiran -ung (-ing), -schaft (-ship), -keit atau heit (-hood, -ness) yang berjenis kelamin feminin. Kata benda berakhiran -chen atau -lein (bentuk kecil) yang berjenis kelamin netral. Dan, kata benda berakhiran -ismus (-ism) yang berjenis kelamin maskulin. Masalahnya, di luar yang sudah disebut di depan, penentuan jenis kelamin yang lain sangat bervariasi. Kadang-kadang tergantung pada daerah di mana bahasa tersebut digunakan. Bahkan, pada beberapa akhiran tidak terbatas pada satu jenis kelamin, misalnya -er (-er), pada kata Feier (feminin), artinya: perayaan, pesta; pada kata Arbeiter (maskulin), artinya: buruh; dan pada kata Gewitter (netral), artinya: badai.

 

5. VARIASI STANDAR BAHASA JERMAN

Bahasa Inggris mengenal dua standar utama yaitu British English dan American English, kadang masih ditambah satu standar lagi yaitu Australian English. Serupa dengan bahasa Inggris, bahasa Jerman mengenal tiga standar utama, yaitu:

  • German Standard German: Bahasa Jerman dialek Jerman
  • Austrian Standard German: Bahasa Jerman dialek Austria
  • Swiss Standard German: Bahasa Jerman dialek Swiss

 

6. JERMAN SEBAGAI BAHASA ASING

Seperti bahasa Perancis, bahasa Jerman telah menjadi bahasa asing kedua klasik di dunia barat, sebagaimana bahasa Inggris (bahasa Spanyol di Amerika Serikat) telah mapan sebagai bahasa asing pertama. Bahasa Jerman menduduki peringkat kedua (setelah bahasa Inggris) di antara bahasa-bahasa asing yang dikenal terbaik di Uni Eropa (setara dengan Perancis), demikian juga di Rusia. Dalam hal jumlah siswa di semua tingkat pendidikan, bahasa Jerman menduduki peringkat ketiga di Uni Eropa (setelah bahasa Inggris dan Perancis), seperti di Amerika Serikat (setelah Spanyol dan Perancis).

Untuk tingkat dunia, bahasa Jerman adalah bahasa asli dari lebih dari 90 juta orang di 38 negara di seluruh dunia. Para penutur bahasa ini sebagian besar tinggal di Jerman, Austria, dan Swiss. Selain itu, bahasa Jerman juga digunakan di Belgia, Liechtenstein, Italia utara, dan Luxembourg.

Pada 2015, sekitar 15,4 juta orang dalam proses belajar bahasa Jerman di semua tingkat pendidikan di seluruh dunia. Sebagaimana jumlah ini tetap relatif stabil sejak 2005 (± 1 juta), sekitar 75-100 juta orang mengerti dan mampu berkomunikasi dalam bahasa Jerman sebagai bahasa asing dapat disimpulkan dengan berasumsi durasi kursus rata-rata tiga tahun dan parameter estimasi lainnya. Menurut survei tahun 2012, 47 juta orang, yaitu hingga dua pertiga dari jumlah global, dalam Uni Eropa mengaku memiliki keterampilan bahasa Jerman yang cukup untuk berkomunikasi. Di Uni Eropa, di negara-negara yang bahasa Jerman tidak terhitung sebagai bahasa resmi, bahasa Jerman sebagai bahasa asing adalah yang paling populer di Eropa Timur dan Utara, yakni Republik Ceko, Kroasia, Denmark, Belanda, Slovakia, Slovenia, Swedia, dan Polandia. Bahasa Jerman pernah dan sampai batas tertentu, masih sebagai sebuah lingua franca di Eropa.

 

7. ORGANISASI YANG BERKECIMPUNG DALAM BAHASA DAN BUDAYA JERMAN

Penggunaan dan pembelajaran bahasa Jerman dipromosikan oleh sejumlah organisasi. Dengan keberadaan organisasi-organisasi ini support system bagi mereka yang belajar bahasa Jerman menjadi terjamin. Organisasi-organisasi itu adalah:

 

Goethe-Institut

 

425px-Goethe-Institut_logo.svg

Goethe-Institut yang didukung oleh pemerintah (dinamai penulis Jerman yang terkenal Johann Wolfgang von Goethe) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan budaya dan bahasa Jerman di Eropa dan seluruh dunia. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pameran dan konferensi dengan tema yang berkaitan dengan Jerman, dan memberikan pelatihan dan bimbingan dalam pembelajaran dan penggunaan bahasa Jerman. Sebagai contoh, Goethe-Institut mengajarkan kualifikasi bahasa Jerman Goethe-Zertifikat.

 

Verein Deutsche Sprache

vds

Verein Deutsche Sprache (VDS) berbasis di Dortmund, yang didirikan pada tahun 1997, mendukung bahasa Jerman dan merupakan asosiasi warga bahasa terbesar di dunia. VDS memiliki lebih dari tiga puluh lima ribu anggota di lebih dari tujuh puluh negara. Pendirinya adalah profesor statistik Dr Walter Krämer, yang menjadi ketua asosiasi pada saat pendiriannya.

 

Deutsche Welle

DeutscheWelle

Badan penyiaran pemerintah Jerman Deutsche Welle adalah setara dengan British BBC World Service dan menyediakan siaran radio dan televisi di Jerman dan 30 bahasa lainnya di seluruh dunia. Layanan bahasa Jerman yang diberikan disesuaikan untuk pelajar bahasa Jerman yang disampaikan dengan kecepatan lambat . Deutsche Welle juga menyediakan sebuah situs web e-learning untuk belajar bahasa Jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *