Cara Cerdas Belajar Bahasa Inggris yang Sistematis

Belajar Bahasa Inggris mempunyai banyak cara. Ada yang cepat ada yang lama. Ada yang mudah ada yang sulit. Mempelajari suatu bahasa asing akan lebih efektif mencapai hasil yang diharapkan apabila dilakukan dengan cara yang tepat. Cara, dalam hal ini, menjadi penting, mengingat bahwa diperlukan metode dan teknik tertentu supaya bahasa bisa dikuasai dengan baik.

Yang tidak boleh dilupakan adalah bagaimana kita bisa mengenal bahasa Inggris dengan baik sebagai suatu bahasa asing yang berbeda dengan bahasa ibu kita sebelum kita mulai mempelajarinya dengan serius. Salah dalam memasang target justru akan menimbulkan hasil yang kontraproduktif. Untuk itu kita perlu mengenal sifat-sifat bahasa Inggris sebagai sebuah bahasa asing pada umumnya.

 

Karakteristik suatu Bahasa

Sebagai bahasa asing yang unik, cara belajar bahasa Inggris harus memperhatikan beberapa hal umum tentang bahasa berikut ini:

  1. Bahasa itu tidak memiliki rumus yang pasti, semaunya, otoriter. Misal: kata ‘bola’ merujuk kepada sebuah benda berbentuk bulat. Benda itu dipergunakan untuk permainan, dipukul ataupun ditendang ke sana dan ke sini. Dikejar-kejar, setelah tertangkap, lalu dilempar lagi. Bagaimana cara kita menyebut benda dengan sifat-sifat seperti itu? Akhirnya orang sepakat untuk menyebutnya dengan ‘bola’. Mengapa benda yang seperti itu disebut ‘bola’? Apakah karena bentuknya bulat, maka memakai huruf ‘o’? Tentu saja tidak. Jawabnya, dari dulu orang sudah sepakat menyebut benda dengan sifat-sifat tersebut dengan sebutan ‘bola’. Mengapa tidak sebutan yang lain? Tidak tahu. Itulah bahasa!
  1. Bahasa bukan pengetahuan, tapi bahasa adalah ketrampilan. Ini yang sering dilupakan. Setelah kita tahu teori suatu bahasa dan rumus-rumus grammar-nya seakan kita sudah merasa bisa. Padahal, bukan itu tujuan berbahasa. Apabila yang dituju adalah menguasai suatu bahasa, maka yang harus dilakukan adalah melakukan tindakan yang sama dengan pengguna asli bahasa tersebut melakukannya. Caranya adalah dengan banyak mendengar dan banyak membaca bahasa yang akan kita pelajari. Di saat yang sama, harus pula banyak berbicara dan banyak menulis bahasa yang akan kita pelajari. Belajar bahasa adalah praktik, bukan teori. Kecuali, apabila yang ingin menjadi tujuan adalah sekadar ‘mengetahui’ segala macam seluk-beluk bahasa asing tertentu.
  1. Bahasa terdiri dari unsur yang digunakan dalam frekuensi yang berbeda. Ada kosakata yang sangat sering dipakai, ada yang kadang-kadang dipakai, bahkan ada yang sangat jarang dipakai. Unsur ini tidak terbatas pada bahasa verbal, juga untuk bahasa isyarat berlaku hal yang sama. Misal: berbagai bangsa memahami ketika kita saling berjabat tangan. Orang berjabat tangan adalah sebuah tanda penerimaan dan rasa senang ketika saling berjumpa dan tanda saling rela, ridho, atau memaafkan ketika saling berpisah. Namun, tidak menutup kemungkinan ada beberapa kalangan atau bangsa yang tidak mengenal cara seperti ini.
  2. Bahasa adalah hasil dari budaya, yang bisa pudar. Itulah sebabnya ditemukan beberapa perbedaan: Pertama, terjadi perbedaan bahasa di zaman yang berbeda, sekalipun di dalam masa yang sama. Membaca naskah proklamasi kemerdekaan tahun 1945 saja kita sudah merasa aneh, baik dari ejaan penulisan maupun kata-kata yang dipergunakan, apalagi ketika kita membaca naskah prasasti peninggalan kerajaan-kerajaan masa lalu di nusantara lama. Kedua, ada perbedaan bahasa di tempat yang berbeda, sekalipun di zaman yang sama. Misal: Bahasa Melayu orang Indonesia berbeda dengan bahasa Melayu orang Malaysia, meskipun sama-sama bahasa Melayu yang serumpun. Bahasa Inggris pun demikian, di Amerika, di Inggris, dan di Australia, memiliki ciri masing-masing. Di Singapura pun demikian, orang mengenal Singlish di sana.
  3. Masih akibat bahasa sebagai hasil budaya. Selain perbedaan ternyata muncul juga persamaan karena budaya yang bertahan. Pertama, Di tempat yang sama, meskipun zaman yang berbeda, sering didapatkan bahasa yang masih sama. Artinya, kesamaan itu diwariskan dari generasi kepada generasi berikutnya. Kata yang sama masih dipergunakan dari generasi ke generasi yang tetap dimengerti dan difahami dengan baik. Beberapa bahasa tidak hilang ditelan waktu. Minimal generasi selanjutnya masih bisa mengerti bahasa pendahulunya karena masih ada kemiripan bahasa di antara keduanya meskipun terjarak waktu. Kedua, zaman yang sama tapi di tempat yang berbeda, sering didapatkan juga bahasa yang masih sama. Artinya, bahasa yang dipergunakan disepakati oleh masyarakat secara lintas daerah. Beberapa bahasa mempunyai jangkauan yang luas. Minimal, ada kemiripan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, meskipun terjarak tempat.
  4. Bahasa mengalami perkembangan seperti budaya manusia. Masyarakat yang berinteraksi, baik yang bercampur ataupun yang berdekatan, bisa saling mempengaruhi kosakata baru. Oleh karena itu, biasanya belajar bahasa asing tidak dimulai dari belajar dari nol sama sekali. Sedikit atau banyak selalu ada kesamaan yang bisa dijadikan modal untuk lebih cepat dalam menguasai suatu bahasa asing.

 

7 Cara Belajar Bahasa Inggris yang terbukti Berhasil

Belajar bahasa asing adalah mempelajari bahasa orang asing yang seseorang ingin berinteraksi dengan orang itu atau ingin terlibat dalam komunitas orang asing itu. Seperti ketika kita merantau ke suatu negara asing, maka penting bagi kita untuk menguasai bahasa mereka. Demikian juga dengan cara belajar bahasa Inggris yang mengikuti logika seperti ini juga. Dengan memahami karakter bahasa dalam pemaparan di atas, efisiensi dan efektivitas dalam mempelajari bahasa Inggris bisa kita lakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Manusia belajar bahasa Inggris tidak dari nol. Biasanya kita selalu punya modal, sedikit atau banyak, tentang kosakata bahasa Inggris yang akan kita pelajari. Misal: Orang Inggris ingin belajar bahasa Perancis. Hampir setengah kosakata kedua bahasa ini mirip, bahkan banyak di antaranya yang sama. Artinya, minimal setengah modal sudah di tangan, tinggal setengahnya lagi.
  2. Meniru semirip mungkin adalah cara terbaik belajar bahasa Inggris. Selain cara menulisnya, juga harus pas cara melafalkannya. Cara meniru yang semakin sama dan mirip, akan mengantarkan hasil pemahaman yang semakin baik. Di satu sisi kita bisa memahami mereka, di sisi yang lain mereka orang-orang berbahasa Inggris akan memahami juga apa yang kita tulis dan kita ucapkan.
  3. Dahulukan apa yang biasa dilakukan orang berbahasa Inggris, jangan dahulukan apa yang jarang mereka lakukan. Lakukan prioritas. Ini akan mengantarkan kita untuk tidak terlalu membuang tenaga dan waktu pada hal-hal yang sebenarnya orang Inggris jarang menggunakannya. Ini berlaku untuk kosakata maupun kebiasaan dalam bahasa isyarat.
  4. Jangan kesampingkan unsur serapan, misalnya dalam kata-kata. Hal ini bisa menjembatani bahasa kita dengan bahasa Inggris yang kita pelajari. Bisa saja terjadi modifikasi terhadap kata-katanya, tapi kemungkinan maknanya masih serupa. Hal ini akan sangat membantu kecepatan penambahan kosakata.
  5. Kamus memang penting, tapi belajar dengan kamus saja, bukan menambah bisa, tapi menambah pusing dan bingung. Kita belajar bahasa bukan belajar menghafal. Belajar bahasa adalah belajar menggunakan dan mempraktikkannya. Bahkan, penulis kamus juga tidak akan hafal semua kosakata yang telah dituliskannya.
  6. Biasakan! Sedikit tetapi konsisten jauh lebih baik dibandingkan apabila kita belajar sangat banyak namun dilakukan hanya temporer. Belajar bahasa itu membiasakan yang sudah dipelajari secara berulang-ulang sehingga melekat dengan kuat tidak hanya dalam otak kita tapi juga di dalam alam bawah sadar kita. Tujuan pembiasaan ini adalah membuat kita bisa menggunakan dengan automatically without thinking.
  7. Terakhir, jangan khawatir, saat kita dalam kondisi kritis sekalipun, masih ada bahasa universal yang tetap bisa kita lakukan. Gunakan bahasa isyarat. Dalam kondisi kepepet, ini bisa jadi solusi!

Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menguasai bahasa Inggris. Cara belajar bahasa Inggris mungkin berbeda-beda. Namun demikian, patokan tidak akan banyak menyimpang dari 7 cara di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *