Bagaimana Membedakan Efektif dan Efisien?

Dalam beberapa kasus kita sering mendengar kata efektif dan efisien dipergunakan berdampingan. Biasanya kedua kata ini dipergunakan dalam mengukur keberhasilan suatu kinerja. Seberapa efektif atau seberapa efisien. Karena sering dipergunakan bersamaan, sehingga orang terbiasa mempergunakan namun tidak mengetahui makna spesifik di antara kedua kata ini. Bahkan, keduanya sering dipakai saling bertukar.

Berikut perbedaan di antara keduanya dilihat dari berbagai macam sudut pandang.

Makna Kata

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kedua kata ini dibedakan sebagai berikut:

Apa itu Efektif?

efektif berarti:  1 ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya); 2 manjur atau mujarab (tentang obat); 3 dapat membawa hasil; berhasil guna (tentang usaha, tindakan); mangkus; 4 mulai berlaku (tentang undang-undang, peraturan);

mangkus/mang·kus/ a mustajab; mujarab; manjur; berhasil guna

Apa itu Efisien?

efisien berarti:  1 tepat atau sesuai untuk mengerjakan (menghasilkan) sesuatu (dengan tidak membuang-buang waktu, tenaga, biaya); 2 mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat; berdaya guna; bertepat guna; sangkil;

sangkil/sang·kil/ v 1 sampai: perahu kecil itu — dengan selamat ke tempat tujuan; 2 kena; mengenai: bidikannya tepat — sasaran; 3 berdaya guna; efisien

Persamaan Efektif dan Efisien

Kata kuncinya adalah „Doing Things“. Efektif dan Efisien memiliki persamaan dalam hal sama-sama merupakan dasar dan gambaran bagaimana seseorang ‚melakukan sesuatu‘. Bedanya, efektif itu doing the right things. Sedangkan, efisien itu doing things the right way.

Bagaimana kedua hal ini bisa dijelaskan? Mari kita lihat perbedaan di antara keduanya dalam penjelasan teoritis.

Titik Berat

Efektif berarti mengerjakan sesuatu dengan benar – dan mencapai target yang dikehendaki. Sedangkan Efisien berarti mengerjakan sesuatu dengan rasio terbaik antara hasil dan sumber daya.

Idealnya semua orang / perusahaan ingin sekaligus efektif dan efisien. Namun keduanya tidak selalu berjalan bersama, kadang bisa efektif namun tidak efisien, atau efisien tapi tidak efektif, atau lebih parah lagi tidak efisien dan tidak efektif.

Yang Ingin Dicapai

Effectiveness is determined without reference to costs and means doing the right thing. Artinya: Efektivitas ditentukan tanpa mengacu pada pengorbanan dan sekadar melakukan hal yang benar. Dengan demikian, ada dua hal yang ditekankan dalam effectiveness, yaitu: goals dan future.

Efficiency means doing the thing right, it is the degree to which objectives are achieved and the extent to which targeted problems are solved. Artinya: Efisiensi berarti melakukan hal yang benar, itu adalah sejauh mana tujuan tercapai dan sejauh mana masalah yang ditargetkan diselesaikan. Ada dua hal yang ditekankan dalam efficiency, yaitu: processes dan present.

Beberapa Contoh Tindakan yang Efektif dan Tindakan yang Efisien

Setelah di atas kita kupas perbedaan efektif dan efisien dari sisi teorinya, maka saatnya kita melihat praktiknya. Berikut ini ada beberapa kasus dalam kehidupan sehari-hari untuk menjelaskan apa yang dimaksud dengan efektif dan efisien.

Contoh Pertama: Efektif dan Efisien dalam Menghadapi Ujian

Anda akan menghadapi ujian. Ketika tujuan Anda adalah lulus, maka Anda harus melakukan sesuatu yang efektif, karena efektif itu ukurannya adalah kelulusan Anda dalam ujian. Yang perlu dipikirkan adalah factor-faktor proses yang akan membawa Anda menuju ke sana.

Waktu. Semakin banyak waktu untuk belajar, maka semakin banyak materi ujian yang bisa dipelajari sehingga semakin besar juga kemungkinan Anda bisa menyerap materi pelajaran yang akan diujikan. Seminggu sebelum ujian akan memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan waktu yang tinggal satu hari.

Usaha. Semakin banyak usaha dalam belajar, maka semakin konsentrasi dan fokus Anda belajar maka akan semakin efisien.

Biaya. Dengan biaya yang lebih banyak, Anda bisa melakukan lebih banyak untuk persiapan sebuah ujian. Anda bisa beli buku yang diperlukan. Anda bisa bayar orang untuk mem-privat Anda.

Kadang-kadang, tiga sumber daya itu tidak tersedia dengan lengkap. Namun demikian, hasil tetap bisa diharapkan efektif apabila benar dan tepat cara menanganinya. Berikut tiga contoh yang menggambarkan bagaimana ketika hasil satu sumber daya saja yang tersedia.

  1. Anda punya waktu, tapi tidak ada usaha dan biaya. Jadwal ujian seminggu. Dilihat dari sisi waktu, masih sangat cukup. Anda tidak ingin membebani otak Anda dengan memeras seluruh kemampuan daya serapnya melalui sistem kebut semalam, Anda cicil usaha belajar rutin setiap hari dengan belajar normal-normal saja. Anda juga tidak mengalokasikan beli-beli buku pelengkap, karena Anda merasa yang akan keluar ujian sudah bisa Anda dapatkan dari buku-buku pinjam di perpustakaan dan catatan Anda.
  • Anda punya biaya, tapi tidak ada waktu dan usaha. Jadwal ujian tinggal sehari. Anda tidak sanggup lagi untuk merangkum materi pelajaran yang akan keluar, meskipun seandainya mau Anda lakukan hal itu masih bisa. Karena Anda punya biaya, Anda bisa bayar guru privat yang lebih tahu apa yang akan keluar saat ujian.
  • Anda punya usaha, tapi tidak ada waktu dan biaya. Jadwal ujian tinggal sehari. Anda juga tidak mau keluar biaya apa pun lagi. Anda berusaha dengan keyakinan bahwa Anda bisa memaksimalkan waktu dan bekal catatan dan buku-buku yang sudah Anda punya. Kalau perlu, sistem kebut semalam dilakukan.

Ketiga hal di atas, dengan hanya satu sumber daya tersedia, masih bisa menghasilkan tujuan dengan efektif yaitu berhasil dalam ujian. Tentu saja, ketika ada dua sumber daya tersedia, atau bahkan ketiga-tiganya tersedia, maka efektivitas tercapainya tujuan akan makin besar. Sementara efisiensi bisa dicapai apabila kita bisa menggunakan sumber daya yang ada dengan sebaik-baiknya, baik ketika semua tersedia maupun tidak, namun bisa menghasilkan tercapainya tujuan yang diharapkan.

Contoh Kedua: Efektif dan Efisien dalam Membangun Rumah

Anda akan mengerjakan proyek pembangunan rumah.

Waktu, bisa berwujud waktu normal dan waktu lembur. Untuk menyelesaikan proyek, bisa dilakukan dengan menambah waktu kerja dengan lembur dan mengaktifkan hari libur.

Usaha, bisa berwujud pekerja. Untuk menyelesaikan proyek, pekerja bisa ditambah bila dirasa kurang.

Biaya, bisa berwujud alat-alat, uang insentif. Untuk menyelesaikan proyek, alat-alat yang diperlukan ditambah dan dilengkapi. Bisa juga dengan membayar lembur pekerja yang sudah ada atau menambah jumlah pekerja.

Kombinasi yang baik antara waktu, usaha, dan biaya bisa menghasilkan efisiensi dalam mewujudkan bangunan rumah yang diinginkan. Tidak hanya efektivitas sebuah rumah bisa dibangun, namun lebih dari itu, sebuah rumah bisa dibangun dengan pengorbanan (kombinasi waktu, usaha, dan biaya) yang bisa ditekan sesuai kemampuan.

Contoh Ketiga: Efektif dan Efisien dalam Membasmi Tikus di Lumbung Padi

Ada tikus yang harus dibasmi di sebuah lumbung padi

Diketahui seekor tikus memakan simpanan padi di lumbung padi. Anda ingin menyelesaikan masalah ini. Tujuannya adalah tidak ada lagi tikus yang bersembunyi di lumbung padi dan makan padi yang sudah Anda kumpulkan.

Ketika Anda membakar seluruh lumbung padi, maka hal ini sudah dikatakan efektif, karena tujuan tercapai, yaitu tikus yang Anda cari pasti mati. Namun tidak efisien. Mengapa? Kerugian material dengan habisnya seluruh padi. Waktu mengumpulkan padi yang sudah Anda korbankan dengan sabar, dari menanam hingga panen, terbuang sia-sia. Belum lagi usaha pengorbanan tenaga Anda melakukan cocok tanam.

Contoh Keempat: Efektif dan Efisien dalam Memancing Ikan

Mancing ikan

Untuk mendapatkan satu ekor ikan, dengan cara memancing biasa, satu pancing dengan satu umpan cacing, dapat dicapai dalam tempo satu jam.

Target ikan adalah sepuluh ekor. Dengan sumber daya yang ada, maka Anda akan mencapai target dalam tempo sepuluh jam. Apa yang harus dilakukan supaya terjadi efektivitas dan efisiensi?

Undurkan waktu mulai memancing. Gunakan untuk mencari cacing dan membeli pancing. Ini memang perlu waktu. Bila masing-masing perlu waktu satu jam, maka dua jam sudah Anda habiskan untuk persiapan saja. Tapi lihat perbedaannya.

Cacing berhasil dikumpulkan sebanyak 15 ekor. Pancing Anda beli 4 buah, sehingga total menjadi 5 pancing. Anda telat dua jam.

Jam pertama lima pancing dipasang, lima ekor ikan didapat.

Jam kedua lima pancing lagi dipasang, lima ekor ikan lagi didapat.

Total sepuluh ikan sudah didapatkan sesuai target. Baru habis empat jam totalnya.

Masih ada satu jam.

Anda mancing lagi dengan prosedur yang sama. Lima ekor ikan lagi didapat.

Total

Ikan dapat 15, dari target hanya 10.

Waktu seperti target.

Uang keluar lebih banyak untuk beli 4 pancing.

Tenaga, untuk mancing 3 jam, untuk beli pancing dan cari cacing 2 jam.

Tidak Hanya Efektif tapi Harus Efisien

Efektif berorientasi pada tujuan. Sebuah tujuan tercapai, apa pun caranya, maka itu disebut efektif. Ketika faktor-faktor time (waktu), effort (usaha), dan cost (biaya) sudah dipertimbangkan, maka yang ingin dicapai adalah sesuatu hal yang efisien. Demikian perbedaan antara efektif dan efisien. Semoga bisa difahami dan bisa diterapkan dalam tindakan kita sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *