Keunikan Negara Skandinavia

Negara-negara Skandinavia adalah negara-negara yang terletak di Semenanjung Skandinavia dan secara geografis berada di sisi paling utara benua Eropa sehingga disebut juga dengan negara-negara Eropa Utara. Skandinavia sendiri merupakan nama semenanjung besar di Eropa Utara yang berbentuk mirip kepala ular. Negara-negara Skandinavia ini juga dikenal dengan Nordic Country terdiri dari 5 negara merdeka yaitu Denmark, Finlandia, Swedia, Norwegia, Islandia, dan 4 daerah lagi, yaitu Kepulauan Faroe dan Greenland (wilayah Denmark memiliki kemandirian memerintah yang cukup luas), Aland (provinsi otonom Finlandia), dan Svalbard (wilayah yang termasuk dalam kedaulatan Norwegia, tidak dianggap sebagai bagian dari wilayah sejarah budaya Skandinavia, tetapi merupakan bagian dari kerajaan Norwegia).

Pada umumnya, negara-negara ini mempunyai jumlah populasi yang sedikit. Karena mereka terletak di daerah sekitar kutub utara, mereka ditutupi dengan hutan pinus, birch, dan cemara. Di bagian barat dan utara terdapat pegunungan. Pegunungan Skandinavia adalah salah satu pegunungan tertua di dunia. Gunung yang tertinggi adalah Galdhøpiggen di Norwegia. Untuk urusan suhu dingin yang ekstrim, dari tahun ke tahun mereka selalu unggul dibandingkan negara lain, bahkan suhu pada musim dingin bisa sampai -20 derajat celcius.

Di antara negara-negara Skandinavia, Denmark adalah negara Skandinavia yang terkecil, populasinya lebih padat, dan kebanyakan dari lahannya digunakan untuk pertanian. Kopenhagen, ibukota dari Denmark, adalah kota terbesar di Skandinavia. Bahasa-bahasa di Skandinavia sangat berkaitan dan kebanyakan orang Skandinavia bisa mengerti satu sama lain. Bahasa Skandinavia termasuk dalam bahasa Jermanik, sekeluarga dengan bahasa Jerman dan Inggris.

Dalam sejarahnya yang panjang, negara-negara Skandinavia telah melalui berbagai peperangan sehingga perbatasan negaranya telah berubah lebih dari sekali, namun pada saat ini Skandinavia adalah negara-negara yang cukup damai. Negara Eropa Utara termasuk negara yang makmur karena memiliki sumber daya alam yang melimpah dengan pengelolaan negara yang efisien.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sering menobatkan negara-negara Skandinavia ke dalam World Happiness Report. Bahkan tahun demi tahun mereka sering unggul dibandingkan negara lain. Mengapa mereka bisa menjadi negara yang paling bahagia dan sehat di dunia?

Pemisahan yang ketat antara kehidupan pribadi dan aktivitas pekerjaan.

Di negara Skandinavia, tidak dikenal yang namanya bekerja pada akhir pekan atau kerja lembur. Hari kerja adalah untuk benar-benar bekerja, sementara pada akhir pekan adalah waktu yang sangat tidak lazim untuk bekerja. Bahkan, di Norwegia orang bekerja rata-rata hanya 34 jam dalam seminggu. Swedia memiliki 15 menit waktu istirahat dalam jadwal kerja sebanyak dua kali dalam sehari, yang dimanfaatkan orang untuk bisa mengobrol, pergi ngopi, atau sekadar bersantai. Ide seperti ini justru membuat orang lebih produktif. Sedangkan Denmark, mereka memiliki habit ketat terhadap waktu pribadi, sehingga ogah melakukan pertemuan saat sarapan dan sekadar minum setelah bekerja. Waktunya pulang untuk diri sendiri atau keluarga.

Berlaku baik terhadap diri sendiri
Orang Denmark memiliki tradisi yang dikenal dengan ‘hygge’ (diucapkan ‘hooga’), yang merupakan latihan kesejahteraan terhadap diri sendiri dan orang lain. Istilah ini diciptakan untuk menggambarkan kebutuhan melarikan diri dari musim dingin Denmark yang ekstrim, juga bisa berlaku untuk sesuatu yang benar-benar dicintai dan dilakukan oleh orang bersangkutan, seperti bersantai di rumah, baca buku di atas kasur, atau berkumpul bersama kawan sepermainan. Satu-satunya syarat dalam hal ini adalah aktivitas tersebut bisa membahagiakan diri sendiri dan tidak merugikan orang lain.

Makanan yang dikonsumsi terdiri dari banyak ikan, sayuran akar, dan buah
Ketika diet ala Mediterania dianggap sebagai diet terbaik di dunia untuk kesehatan jantung, maka diet ala Nordic dapat dibilang terbaik yang kedua. Beberapa studi menunjukkan bahwa mengikuti diet Nordic dapat mengurangi banyak kolesterol, bahkan bisa menurunkan berat badan. Soalnya mereka rajin makan ikan berminyak sarat asam lemak omega-3 dan protein, akar sayuran seperti wortel, lobak, kentang, dan beberapa jenis buah. Selain itu, di negara-negara Skandinavia sendiri jarang ada daging merah dan lemak hewan.

Percaya kepada orang lain
Menurut Prosperity Index (Indeks Kesejahteraan) tahun 2014, 74% orang Norwegia mengatakan mereka merasa bisa mempercayai orang lain, sedangkan 83% dari orang Swedia mengatakan mereka percaya terhadap pemerintah mereka untuk melakukan sesuatu yang benar. Beberapa studi dokumen menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kepercayaan dan kebahagiaan, di mana kepercayaan memicu pelepasan oksitosin, yaitu hormon yang berhubungan dengan cinta, kebahagiaan, dan ikatan.

Menghabiskan banyak waktu dengan alam
Negara-negara Skandinavia memiliki beberapa undang-undang akses publik yang memberikan siapa pun dan setiap orang hak untuk berjalan, bersepeda, camping, dan menikmati semua tanah atau lahan secara bebas. Warga menikmati luasnya tempat, hijaunya sekeliling, ruang publik, dan menghabiskan banyak waktu dengan alam. Studi menunjukkan bahwa menghabiskan waktu dengan alam meningkatkan kesehatan, kebahagiaan, memori, pembelajaran, kesehatan mental dan hati.

Pelayanan kesehatan yang luar biasa
Di negara-negara Skandinavia, jika kita membutuhkan dokter, kita akan dibuatkan janji pada hari yang sama. Semua bentuk pengobatan adalah gratis, meskipun dibayar tidak langsung dalam bentuk pajak yang sangat tinggi tapi tetap saja itu bukan hal yang sia-sia. Di sini, perawatan dan pengobatan benar-benar terjamin ‘makmur’. Misalnya saja saat seorang wanita melahirkan bayi, maka dia diberi sekotak penuh segala macam perlengkapan, pakaian, dan mainan untuk anaknya.

Bendera Negara Skandinavia

Satu hal yang paling menarik tentang negara-negara Skandinavia adalah tentang bendera yang mereka miliki. Mereka memiliki bendera dengan motif yang sama, tetapi dengan warna yang berbeda-beda. Semua negara merdeka Skandinavia menggunakan motif salib horizontal dalam benderanya, di mana motif salib tersebut dikenal sebagai „Salib Skandinavia“. Hal ini bermula dari bendera Denmark sebagai pemilik pertama kali motif tersebut.

Pada awalnya, Denmark berhasil memperluas pengaruhnya ke wilayah Eropa Utara melalui jalur militer dan persekutuan diplomatik, sehingga motif tersebut diadopsi oleh wilayah-wilayah lain dan dibedakan secara warna dan artinya saja.

Pada abad ke-14 Denmark, Norwegia, dan Swedia membentuk suatu persekutuan bernama Kalmar Union. Sebagai catatan, Finlandia masih tergabung dalam Swedia. Sementara Islandia, Greenland, Kepulauan Faroe tergabung dalam Norwegia.

Kelompok tersebut dipimpin oleh Denmark. Namun berselang 2 abad tepatnya awal abad ke-16, Swedia melepaskan diri dan membentuk kerajaan sendiri. Tahun 1814 Denmark terpaksa melepaskan Norwegia ke tangan Swedia karena kalah perang, tetapi Islandia, Greenland dan Kepulauan Faroe masih ikut dalam Denmark.

Swedia menjelma menjadi salah satu negara dengan wilayah terbesar di Eropa, namun pada abad ke-17 perlahan mulai kehilangan wilayahnya. Finlandia jatuh ke tangan Kerajaan Rusia, dan Norwegia memisahkan diri karena ketidakpuasan dengan Swedia. Finlandia akhirnya berhasil merdeka setelah terjadi Revolusi Rusia pada tahun 1917 dan Islandia berhasil memperoleh kemerdekaan dari Denmark selepas Perang Dunia II. Pada tahun 1952 lahirlah Nordic Council atas kemunculan negara-negara yang berhasil merdeka dan independen. Sementara tanda salib merupakan simbol atas agama mayoritas yang mereka anut yaitu Kristen.
DENMARK

Adalah Denmark yang pertama kali menggunakan bendera dengan motif ini. Sebutan untuk bendera ini adalah Danneborg. Bendera Denmark menampilkan warna latar belakang merah dengan motif salib putih horizontal. Motif salib jelas menyimbolkan agama Kristen, agama mayoritas yang dianut penduduk Denmark. Warna merah mengartikan pertempuran, sementara warna putih mengartikan misi suci dalam menyebarkan agama Kristen.

Ketika Denmark berhasil memperluas pengaruhnya ke seluruh Eropa Utara melalui jalur militer dan persekutuan diplomatik, simbol salib Skandinavia kemudian turut diadopsi oleh negara-negara Eropa Utara yang lain dengan berbagai modifikasi. Bendera tersebut pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Raja Valdemar III di awal abad ke-13. Menurut cerita rakyat, ketika pasukan perang Denmark yang beragama Kristen melakukan peperangan dengan Estonia pada tahun 1219, tiba-tiba jatuhlah dari langit bendera merah dengan motif salib putih horizontal yang dipercaya sebuah pertanda jika Tuhan mendukung perjuangan mereka, sehingga membuat mereka semangat dan berhasil memenangkan peperangan.

SWEDIA

Swedia adalah negara Skandinavia yang terbesar. Bendera Swedia menampilkan warna latar belakang biru dengan motif salib horizontal berwarna kuning. Warna ini diambil dari logo dinasti kerajaan yang sudah ada sejak abad ke-14 di mana logonya adalah sebuah perisai biru dan gambar singa berwarna kuning.

 

 

NORWEGIA

Norwegia terletak paling utara di antara negara Skandinavia yang lain. Bendera Norwegia menampilkan warna latar belakang merah dengan motif salib horizontal biru dan tepian berwarna putih, sehingga terdapat tiga macam warna. Motif salib menyimbolkan Kristen sebagai agama mayoritas penduduknya. Warna merah dan putih diambil dari bendera Denmark, sementara warna biru diambil dari bendera Swedia. Dalam sejarahnya, pada abad ke-14 hingga ke-16, Denmark, Swedia, dan Norwegia pernah menjadi satu negara dengan sebutan Serikat Kalmar atau Kalmar Union.

 

FINLANDIA

Finlandia adalah negara Skandinavia yang terletak paling timur. Bendera Finlandia menampilkan warna latar belakang putih dengan motif salib biru horizontal. Motif salib juga menggambarkan agama mayoritas di Finlandia. Warna putih dalam bendera ini menyimbolkan salju di mana negara ini setiap tahunnya hampir selalu terkena salju, dan warna biru mengartikan danau karena Finlandia memiliki banyak danau kecil. Bendera Finlandia ini diadopsi tahun 1918 saat negara ini berhasil merdeka dari Kekaisaran Rusia setelah dijajah berabad-abad.

ISLANDIA

Negara pulau dengan banyak gunung api aktif ini memiliki 3 warna. Bendera Islandia menampilkan warna latar belakang biru dengan motif salib merah horizontal dengan tepiannya berwarna putih. Merah mengartikan masa lalu mereka pernah menjadi bagian Denmark sekaligus merupakan simbol lava gunung berapi Islandia. Sementara warna putih dan biru adalah warna yang lazim digunakan dalam pakaian tradisional mereka. Ada juga yang mengartikan warna putih adalah salju dan biru adalah laut yang mengitari pulau tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *