9 Gaya Permainan Sepakbola Paling Populer di Dunia

Bermain sepakbola ternyata tidak sembarangan. Kalau Anda fikir bermain bola itu sekadar bagaimana menggiring bola, umpan antar pemain, berebut bola, dan berakhir dengan memasukkan bola ke gawang lawan, maka pemahaman Anda perlu dikoreksi. Ternyata bermain bola juga perlu gaya. Hingga saat ini, ada beberapa gaya permainan yang terkenal di dunia. Mungkin karena itulah sepakbola bisa menjadi tontonan, tidak hanya berorientasi menang dan kalah saja.

Dunia sepakbola mengenal Kick and Rush (Inggris), Jogo Bonito (Brasil), Verrou (Swiss), Total Football (Belanda), Catenaccio (Italia), Tango (Argentina), Tiki-Taka (Spanyol), Body Crash Football (Afrika), dan gaya Parkir Bus. Mari kita bahas satu per satu.

 

Kick and Rush

Dalam bahasa Inggris, arti dari kick and rush adalah tendang dan serbu. Kick and rush merupakan sebuah gaya permainan sederhana yang memadukan unsur kekuatan dan kecepatan. Disebut sederhana karena hanya dengan dua unsur itu, tanpa embel-embel yang lain, sudah lebih dari cukup sebagai modal untuk bermain bola. Konsekuensinya, sepakbola dengan gaya ini harus menempatkan orang-orang terbaik di sektor sayap.  Dengan kombinasi umpan-umpan silang dan umpan-umpan panjang, sayap-sayap inilah yang akan mengobrak-abrik jantung pertahanan lawan. Gaya ini pertama kali dikemukakan oleh Charles Reep, seorang veteran tentara Inggris yang kemudian menjadi pengamat sepak bola pada tahun 1950-an. Pengamatannya menyatakan bahwa sebuah gol kerap kali tercipta dari sebuah proses yang tak lebih dari tiga kali umpan. Menurutnya, sangatlah penting apabila si kulit bundar secepat mungkin dikirim ke arah gawang lawan. Dengan bola sering berada di daerah lawan, maka daerah sendiri akan semakin aman dan peluang terjadinya gol di daerah lawan menjadi semakin besar. Gaya kick and rush sangat populer tahun 1966, tepatnya saat Inggris berhasil menjadi juara dunia saat mempraktikkan gaya ini. Tim yang sering menggunakan gaya permainan ini adalah tim-tim yang berasal dari Britania Raya serta sejumlah klub sepakbola asal Inggris.

 

Jogo Bonito

Merupakan istilah dari bahasa Portugis, jogo bonito berarti permainan indah. Jogo bonito adalah gaya permainan sepakbola indah yang  memadukan unsur skill individu  dan kerja sama para pemain. Pemain dengan gaya permainan ini, tidak jarang kita melihat tubuh mereka bergerak lincah bak sedang menari-nari di lapangan. Kemunculan gaya permainan ini memang banyak dipengaruhi oleh tarian tradisional asal Brasil yang bernama samba. Sosiolog Brasil, Gilberto Freyre, dalam bukunya yang terbit tahun 1959 menyebutkan, “Sudah menjadi kebiasaan orang Brasil memainkan tarian untuk mengurangi beban pikiran dalam pekerjaan atau kehidupan keseharian. Itu sebabnya, orang  Brasil bermain bola seolah-olah itu tarian”. Jogo bonito mulai dikenal publik sekitar  akhir 1950-an ditandai dengan pencapaian emas Brasil di ajang Piala Dunia. Tim yang setia menggunakan gaya permainan ini adalah timnas Brasil dan sejumlah klub sepakbola dari Brasil.

 

Verrou

Dalam bahasa Prancis, makna verrou adalah rantai. Verrou merupakan gaya permainan sepakbola dengan pertahanan berlapis layaknya rantai yang berpusat pada pemain verrouilleur (pemain yang sangat defensif dan diposisikan tepat di depan kiper). Gaya permainan ini muncul karena sang pencetus, Karl Rappan, terilhami oleh filosofi yang menyatakan bahwa pertahanan merupakan kunci kesuksesan dan penyerangan diawali dari pertahanan. Gaya permainan ini sempat menarik perhatian pada era 1950-an, tepatnya saat tim nasional Swiss membuat kejutan di Piala Dunia yang diadakan tahun 1954. Tim yang pernah menggunakan gaya permainan ini adalah tim nasional Swiss. Di samping itu, menurut banyak pihak, gaya permainan ini disebut-sebut merupakan cikal bakal kelahiran gaya permainan bertahan lainnya, yaitu catenaccio.

 

Total Football

Dalam bahasa Inggris, arti dari total football adalah sepakbola dengan totalitas. Total football adalah sebuah gaya permainan dalam sepakbola yang mengandalkan permainan kolektif tim, baik dalam menyerang maupun bertahan. Konsep total football adalah semua pemain bertahan harus siap menjadi penyerang, dan sebaliknya semua penyerang harus siap menjadi pemain bertahan, sehingga pemain dapat berpindah-pindah posisi setiap saat. Total football muncul dan dikenal berkat pemikiran seorang pelatih hebat asal Belanda yang bernama Rinus Michel. Gaya permainan ini sangat fenomenal di dunia sekitar akhir 1960-an hingga 1970-an, atau tepatnya setelah klub Ajax Amsterdam meraih berbagai gelar dan timnas Belanda menjadi finalis Piala Dunia dua kali berturut-turut. Sayangnya, dua kesempatan itu belum berhasil mengantarkan Belanda meraih gelar juara. Tim yang pernah menggunakan gaya permainan ini adalah Ajax Amsterdam, timnas Belanda, timnas Belgia, juga Barcelona di bawah asuhan pelatih Johan Cruijff.

 

Catenaccio

Dalam bahasa Italia, catenaccio berarti  gerendel atau pintu baut. Catenaccio merupakan gaya permainan yang mengandalkan pressure (tekanan) ketat di daerah pertahanan sendiri dan menunggu saat yang tepat untuk melancarkan serangan balik (counter attack) ke daerah lawan. Ciri khas dari permainan ini adalah adanya man to man marking (penjagaan satu lawan satu) dan pemain yang berfungsi sebagai libero. Gaya permainan ini muncul berkat pemikiran dua orang pelatih hebat asal Italia dan Argentina, yakni Nereo Rocco dan Franco Helenio Herrera. Catenaccio sendiri mulai populer sekitar akhir 1960 hingga 1970-an, tepatnya saat Inter Milan meraih berbagai gelar di berbagai ajang. Tim yang pernah menggunakan gaya permainan catenaccio adalah timnas Italia, Inter Milan, Padova dan Triestina.

 

Tiki-Taka

Tiki-taka merupakan sebuah gaya permainan sepakbola yang mengandalkan umpan-umpan pendek dengan pergerakan yang dinamis, memindahkan bola melalui beragam saluran, serta mempertahankan penguasaan bola. Dalam gaya permainan ini, kita dapat melihat adanya gaya yang ofensif sekaligus defensif. Hal ini bisa terjadi karena tim yang memainkan tiki-taka selalu menguasai bola, sehingga adanya perubahan aksi bertahan dan menyerang menjadi tidak signifikan. Menurut banyak pihak, kemunculan tiki-taka banyak dipengaruhi oleh gaya bermain yang dipopulerkan dan diterapkan oleh Johan Cruijff semasa menjadi manajer Barcelona pada tahun 1988 hingga 1996. Gaya ini terus dikembangkan di bawah pelatih asal Belanda lainnya, Louis Van Gaal dan Frank Rijkaard. Tiki-taka sendiri mulai populer satu decade belakangan ini, atau tepatnya setelah Barcelona dan tim nasional Spanyol meraih berbagai gelar bergengsi. Tim yang pernah menerapkan gaya permainan ini adalah timnas Spanyol, Barcelona dan Villareal.

 

Tango

Tango adalah sebuah gaya permainan sepakbola yang  memadukan skill individu  dan kerja sama para pemain. Gaya permainan ini identik dengan jogo bonito. Perbedaannya, jogo bonito lebih memanfaatkan kelincahan tubuh, sementara tango lebih memanfaatkan kelincahan dan kecepatan kaki para pemain. Oleh sebab itu tidak jarang kita melihat kaki para pemain  Argentina bergerak gesit, seperti Lionel Messi, Sergio Aguerro, dan Diego Maradona. Mirip dengan dengan jogo bonito, kemunculan gaya permainan ini banyak dipengaruhi oleh tarian tradisional, tepatnya tarian khas asal Argentina yang bernama tango. Gaya permainan ini mulai populer sekitar era 1970-an dan 1980-an saat timnas Argentina menjadi juara dunia. Gaya permainan ini sudah sangat melekat dengan tim nasional Argentina.

 

Body Crash Football

Dalam bahasa Inggris, body crash football berarti sepakbola dengan fisik keras. Body crash football merupakan sebuah gaya permainan  yang sangat mengandalkan kekuatan dan ketahanan fisik para pemain. Oleh sebab itu, dalam gaya permainan ini, tidak mengherankan ketika kita melihat  para pemain menggunakan tubuhnya dalam mempertahankan dan merebut bola. Kemunculan gaya permainan ini berlangsung seiring makin banyaknya para pemain asal benua Afrika yang merumput di Eropa yang membawa dampak peningkatan kualitas tim nasional negara-negara Afrika. Bahkan, sebagai pengakuan yang adil, FIFA menambah jatah wakil dari benua Afrika yang tampil di putaran final Piala Dunia sejak USA 1994. Tim yang menggunakan gaya permainan ini adalah tim yang memiliki pemain dengan tubuh yang relatif besar, seperti tim-tim asal benua Afrika, Denmark, Norwegia, Swedia, dan negara-negara skandinavia lainnya.

 

Parkir Bus

Parkir bus adalah sebuah gaya permainan ultra defensif dengan cara menumpuk pemain di area kotak penalti sendiri agar tidak kebobolan. Tidak tanggung-tanggung, dalam gaya permainan ini biasanya ada sembilan pemain yang bertahan di area kotak penalti sendiri. Pemain yang seharusnya beroperasi sebagai gelandang dan penyerang justru bertahan layaknya “bis yang terparkir”. Gaya permainan ini mirip dengan gaya permainan catenaccio yang telah populer sebelumnya. Gaya permainan ini muncul berkat pemikiran pelatih-pelatih semacam Jose Mourinho dan Roberto Di Matteo yang tidak lelah mencari cara untuk membendung dan menaklukkan tiki-taka milik Barcelona. Alih-alih mencari cara bagaimana membalas serangan yang dilakukan oleh lawan, gaya permainan ini cenderung pragmatis dan sangat keterlaluan dalam memperkuat lini pertahanan. Gaya permainan parkir bus popular belum lama ini, seiring Inter Milan dan Chelsea yang berhasil mengatasi Barcelona di ajang Liga Champions Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *